Qualcomm mengakhiri tahun fiskal 2025 dengan pertumbuhan pendapatan yang solid tetapi mengalami penurunan laba karena adanya biaya pajak non-tunai sebesar US$5,7 miliar yang terkait dengan undang-undang perpajakan AS yang baru. Meskipun terkena dampak buruk, perusahaan ini memproyeksikan pendapatan hingga US$12,6 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, yang menandakan permintaan chip yang kuat.
Guncangan pajak menghambat keuntungan Qualcomm, tetapi chip terus melonjak hingga tahun 2026


