[ad_1]
Tiongkok membantu memotong tagihan energi hingga setengahnya untuk beberapa pusat data terbesar menggunakan chip dalam negeri dibandingkan chip asing, Financial Times melaporkan. Subsidi dari pemerintah daerah datang ketika raksasa teknologi seperti Alibaba, Baidu, dan Tencent menghadapi biaya listrik yang lebih tinggi setelah Beijing pada bulan September melarang chip Nvidia tertentu, yang lebih hemat energi dibandingkan chip Tiongkok.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir telah terbebani oleh pembatasan ekspor AS, dan kini Beijing menambahkan kontrolnya sendiri. Negara tersebut melarang chip AI asing untuk proyek pusat data baru yang telah menerima dana negara, Reuters melaporkan pada hari Rabu. Upaya tersebut berupaya untuk meningkatkan ketergantungan perusahaan teknologi Tiongkok pada sektor semikonduktornya sendiri meskipun hal tersebut memperlambat pengembangan atau meningkatkan biaya. Mereka menekankan kesediaan Beijing untuk mengorbankan keuntungan jangka pendek demi kemandirian produk asing dalam jangka panjang.
Hal ini juga menjadi peringatan dan pelajaran bagi negara-negara lain karena teknologi berdaulat menjadi seruan nasional. Perancis juga membantu Mistral dalam pembangunan pusat datanya, dan Amerika Serikat juga berupaya melakukan hal yang sama untuk perusahaan domestik namun terhambat oleh perdebatan seputar kontrol dan peraturan ekspor, bukannya insentif.



